Safri Ishak |
Jakara (II) Semester pertama SMA, Ayah mengajak pindah lagi ke Jakata, menurut orang tua saya, walaupun makan cukup tapi kalau kita terus tinggal di Rumbai akan susah melanjutkan sekolah nantinya. Tahun 1964 kami kembali ke Jakarta, kami tinggal dirumah adik ayah di Tomang Ancak (sekarang di belakang Rumah Sakit Kanker). Ayah membeli kavling di dekat situ dan membangun rumah. Waktu tinggal di Tomang saya dan kakak sekolah di SMA 11 Filial, tempatnya di lokasi Sekolah Yasporbi di komplek Bank Indonesia Pancoran, dari Tomang kami naik bus Robur ke sekolah. Kebetulan di SMA ini kami juga merupakan angkatan pertama kelas satu, karena sekolah filial tersebut baru di resmikan. Sahabat saya satu angkatan antara lain Haris Supriadi, Sujudi dan Anton Lirayana. Tahun 1965 berkat bantuan adik ayah, Norma Moesa, kami sekeluarga pindah Kompleks Kejaksaan Agung Tebet Barat 9D, ayah bekerja di Kejaksaan Agung sebagai mekanik merangkap supir Bus Pegawai. Seingat saya waktu itu kantor Kejaksaan Agung masih di Lapangan Banteng, sehingga pagi-pagi ayah mengantar pegawai Kejaksaan Agung yang tinggal di komplek menuju Lapangan Banteng dan sore harinya balik lagi ke Tebet.
Membuat kue dilakukan secara gotong royong, ada yang menggiling beras, mecari daun suji, menumbuk daun suji, memasak, mengeluarkan kueh yang sudah masak dari mangkuk, mengantar kueh ke Sarinah, pekerjaan yang paling vital yaitu mencampur dan mengaduk bahan kue selalu dilakukan oleh mak. Tamat SMA saya dan kakak ikut ujian tes masuk UI di Istora Senayan, kakak saya masuk Fakultas Hukum. Pada waktu pengumuman hasil tes nama saya tidak ada di daftar yang lulus ujian masuk Fakultas Teknik UI. Ketika saya beritahu Ayah sama Mak, Ayah tidak mau terima dan menyuruh saya untuk kembali ke Salemba dan melihat kembali papan pengumuman, setelah saya teliti lagi, nomor peserta saya tercantum disitu, rupanya pengumuman disusun berdasarkan jurusan, weleh weleh malu deh sama orang tua. Ayah saya meninggal dunia waktu saya naik tingkat tiga, untuk ikut meringankan beban ibu, kakak saya Farida kerja di Perusahaan Asuransi Jiwasraya, saya sempat mengajar di SMA XI Fillial, kemudian akhir tahun 1970, paman saya Ikhyar Musa yang waktu itu kerja di IBM menawarkan saya untuk ikut kursus Fortran di kantor PU Kebayoran Baru, disamping Mesjid Agung. Setelah itu saya diajak kerja di PT Pansystem di Menteng Raya dan ikut kursus programming di IBM diantaranya RPG, Cobol, PLI dan lain-lain. Mula-mula kami mengunakan computer di MABAK, memory nya hanya 16KB dan masih menggunakan kartu punch card untuk me-load compiler, sehingga kalau mau meng-compile program, dimasukkan dulu kartu RPG Compiler dan dibelakangnya menyusul kartu program yang akan kita compile. Kalau tidak ada error, lalu dibuat object program, kemudian program ditest, bayangin saja kalau ada kesalahan di program, berapa banyak kartu yang harus dibuang. Tahun 1972 Pansystem sudah punya mesin IBM sendiri dengan memory 32KB dan sudah menggunakan Disc Operating System, sehingga tidak perlu kartu compiler lagi karena Operating System dan Compiler sudah ada di dalam system, tetapi program dan object program masih menggunakan punch card. Customer kami pada waktu itu antara lain BKKBN, Telkom, Pertambangan, Unilever, Pusri dan lain-lain. Khusus untuk Telkom Billing System, saya mendapat assignment untuk membuat program mencetak tagihan dan pertama kali saya membuat program untuk menterjemahkan jumlah tagihan menjadi terbilang dalam huruf. Pada Era Komputer di tahun 1970an, sebagai programmer kita menulis program
dalam Computer Programming Sheet lalu disampaikan kepada Key Puncher
untuk membuat source program dari punch card, salah satu key puncher
tinggal di Tebet dan hampir tiap hari kami berangkat dan pulang kerja
bersama. Setelah berkenalan beberapa waktu saya dan Mak melamar calon
istri saya Erry Suryati Tasik, kami naik beca berdua kerumah calon mertua.
Alhamdulillah semua berjalan lancar, bertunangan dan sebulan kemudian
sesudah bertunangan pada tanggal 1 February 1973 kami menikah. Saya tinggal
dirumah mertua, enak, pagi-pagi sarapan sudah tersedia, bawa bekal ke
kantor, makan malam dirumah sudah disiapkan mami. Tanggal 13 December
1973 anak pertama kami Erwin Sagata lahir, karena kami berdua tetap bekerja
maka tiap hari Erwin di rumah sama mami. Nama mami Rukmiyati, biasa dipanggil
Ning Yati, Mbak Yati atau Bu De Yati. Rumah mami di jalan Melinjo V,
sekarang Tebet Barat VI/J. |
|||
Silahkan
kirim komentar, feedback dan saran, terima kasih.
|
www.TB512.com was
created as facility to learn how to develop a website, TB512property has
been developed as a pilot project which consisted of advertising regarding
house, shop, townhouse, apartment and land for sale etc. TB512 is
a logo of Tebet Barat 5 No 12 South
Jakarta, Indonesia 12810 which is the address of my home as well as
my virtual office Safri Ishak telephone 021-8296762 or mobile phone
0815 1140 1617.
|
My
BUSINESS Directory
|
Tebet Business Directory consists
of addresses and phone numbers of favorite restaurants, traditional
markets, hotels, offices, schools, super markets, malls, automotives,
gardens, flowers, cakes, advertising, computers, salons, barber shops,
cosmetics, banks, apartments etc.Originally it was compiled for personal
purposes and then published to the internet as a gateway to search
business directory and websites in Tebet and surrounding area.
|